By. Nasruddin natsir
Sudah sejauh ini semoga riak meredah
Lautan tenang memainkan gelombangnya
Angin menderu jadi sepoi mengibas hati
Sudah sejauh ini moga bekal cukup sampe rumah abadi
Semoga jalan landai, lurus antara kebum kurma dan anggur.
Tuhanku
Maaf!
Tuhanku
Ampun! Lalai, ingkar dari janji masih terus ku sulam tenun sutra.
Tuhanku
Rahmati aku...
Tuhan
Beri selimut hidayah
Jaga raga dan jiwaku
Terenyuh melihat bekas cerita hutan dan kelakuan.
Tuhan.
Tuhanku....!!!!
Ya Allah!
Dosa mana lagi yang belum terjamah?
Seabrek sudah menindas
Menggumpal dalam bilik sesal.
Gegap kalau nanti diseret pulang.
Aku 'tak mau Tuhan...
Badan masih krempeng
Jubah ini 101 sobek belum ditambal.
Wajah ku taruh dimana menghadapMu?
Pastilah neraka sudah menanti geram ingin melahap diriku.
Ya Rahman, ya Rohim
Tanyakan padaku, apakah aku rindu padaMU.
Pastilah rindu sebab engkau penciptaku.
Mohon aku nanti saat hendak lelap dalam tidur
Lelapkan aku dan keluargaku dalam istana Adn
Ya Allah
Terimakasih.
Rahmati aku dan keluargaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar