Pagi adalah perawan jingga timur menawan
Panas menggelora cinta perjaka dalam badan.Sahutan pantun sanjungi perawan.
Jinak_kah perawan?
Dalam buai rayu lisan
Takut pada manis mula sahaja
Bagai anggur secawan mabukkan kelana
Perawan sangsi pada lidah tanpa tulang
Pada manisnya
Pada tuahnya
Perawan!
jaga badan jangan binasa
Di remang malam bawa syahwat
Syariat terlepas dari raga,
Jiwa lenyap raga meregang badan
Sesal mencerca khilaf sekelebat terkutuk.
Buta, tuli, bisu, dan lumpuhlah.
Martilah di pagi hari
Pasti siang dan petang hajatan pesta haru biru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar