Kamis, 19 Januari 2023

Pesta Haru Biru

 Pagi adalah perawan jingga timur menawan

Panas menggelora cinta perjaka dalam badan.
Sahutan pantun sanjungi perawan.
Jinak_kah perawan?
Dalam buai rayu lisan

Takut pada manis mula sahaja
Bagai anggur secawan mabukkan kelana
Perawan sangsi pada lidah tanpa tulang
Pada manisnya
Pada tuahnya

Perawan!
jaga badan jangan binasa
Di remang malam bawa syahwat
Syariat terlepas dari raga,
Jiwa lenyap raga meregang badan
Sesal mencerca khilaf sekelebat terkutuk.
Buta, tuli, bisu, dan lumpuhlah.
Martilah di pagi hari
Pasti siang dan petang hajatan pesta haru biru.







Selasa, 17 Januari 2023

Daun Perdu

Nasruddin Natsir


Pelaut merangkul janji berselancar bersama ombak.

Ia ingin menjumpa selembar daun randu
Di ranting ujung menari bersama angin.

Hamparan hijau rerumputan
dibaringkan badan lelah dari jauh
Menatap sehelai daun.
Hasratnya belum bulat untuk menemui bumi.
Dari ketinggian masih betah nikmati arunika buat paras merekah.

Pelaut masih membaringkan badan antara kepungan alang-alang.
Dersik antara batang ilalang cukup jadi teman.
Sampai sandikala hantarkan jingga yang malu-malu mengintip antara cela ranting kemuning.

Masih lama.
Angin mempermainkan ranting.
Desember boleh jadi putus asa.
Daun perdu tetap hijau.
Dia sudah tahu dan paham kapan ranting jenuh berjabat tangan.

Pelaut kalau kau pandai
Jadilah angin pagi bawa dersik perlahan.
Petik daun selagi hijau.

Senin, 16 Januari 2023

Barong itu

 By. Nasruddin Natsir


Anakku hari ini kita makan singkong saja.
Beras dalam pedaringan kita irit biar bisa ke balik bulan.

Jangan tanya, mengapa makan hari ini cuma singkong.
Jangan tanya,  mengapa beras belum berganti.
Jangan tanya,  kemana gaji sebulan ini.
Jangan tanya Buyung tunjangan buat keluarga.

Upah dari raja dibagi kepada tuan puan.
Ibah rasa melihat wajah melas,
Hartanya belum genap seratus!
Tunjangan dari Raja disumbangkan buat kawan yang di atas.
Mereka dilanda dahaga padang pasir.

Setiap usai purnama perompak menghadang di lepas pantai
Rompak berbadan kekar,
Tangannya kuat mencengkram,
Kulitnya kebal tak tembus peluru.
Hatinya subur tersemai kutil.
Punya keahlian menjumlah dan mengali luar biasa.
Tiga kurang satu ternyata empat.
Setiap kata dari mulutnya tidak bisa saya balas kecuali "Iya, iya, iya, iya, iya".

Oh, iya!
Namanya Barong.
Belum pernah dia menyapa wajahnya.
Apalagi mengecap liur,
Syahwat selalu mekar.
Membara cermin mantul pada jalan siang terik.

Anakku!
Kalau kamu risau pasti kamu ateis.
Mereka cuma sekelebat,
Tidak akan sampai seberang.
Kalau kamu amarah pasti kamu iblis.
Jangan tambah kumpulan binasa.
Sudah bau longgok petilasan.




Bukan Malaikat

 By.  Nasruddin Natsir


Kalau aku baik bukan berarti aku malaikat
Kalau aku jahat bukan berarti aku iblis
Baik dan jahat dalam pandangan zahirku adalah
Perjalanan irama hidup mencari paripurna penghambaan

Aku mau bersemedi dalam dimensi empat.
tempat menenangkan air dari keruh.
Maka jelas lumpur tenggelam berdiam dalam dasar.
Bening mengembang menginjak keruh

Rabu, 11 Januari 2023

perihal Aku pada TUHAN

 By. Nasruddin natsir


Sudah sejauh ini semoga riak meredah
Lautan tenang memainkan gelombangnya
Angin menderu jadi sepoi mengibas hati

Sudah sejauh ini moga bekal cukup sampe rumah abadi
Semoga jalan landai, lurus antara kebum kurma dan anggur.

Tuhanku
Maaf!
Tuhanku
Ampun! Lalai, ingkar dari janji masih terus ku sulam tenun sutra.
Tuhanku
Rahmati aku...
Tuhan
Beri selimut hidayah
Jaga raga dan jiwaku
Terenyuh melihat bekas cerita hutan dan kelakuan.
Tuhan.
Tuhanku....!!!!

Ya Allah!
Dosa mana lagi yang belum terjamah?
Seabrek sudah menindas
Menggumpal dalam bilik sesal.
Gegap kalau nanti diseret pulang.
Aku 'tak mau Tuhan...
Badan masih krempeng
Jubah ini 101 sobek belum ditambal.
Wajah ku taruh dimana menghadapMu?
Pastilah neraka sudah menanti geram ingin melahap diriku.

Ya Rahman, ya Rohim
Tanyakan padaku, apakah aku rindu padaMU.
Pastilah rindu sebab engkau penciptaku.
Mohon aku nanti saat hendak lelap dalam tidur
Lelapkan aku dan keluargaku dalam istana Adn

Ya Allah
Terimakasih.
Rahmati aku dan keluargaku.



Tunggu Sebulan

Separuh perjalanan, tiba-tiba sesak. Udara malam gerah padahal bukan matahari. Siraman cahaya bulan terasa panas seperti terik siang. Buk...