Oleh: Nasruddin Natsir
Aku menunggu hujan meredah di tepi halte
Sudah berjam-jam isyarat berhenti tidak nampakDingin meresap Melawati kulit menembus jantung.
Ah.....
Dingin ini,
Hujan ini,
Halte ini,
Tahu bahwa selalu saja begini...
Sendiri menunggu hujan redah.
Pernah ada gadis rela menemaniku
Tapi itu dulu.
Ketika itu hujan terasa cuma sebentar
Hawa terasa hangat dalam dekap penuh makna
Kami bercerita tentang hati yang sama hangatnya
Saat itu hujan semakin deras dan dekap kian erat.
Tapi kali ini Aku hanya bertiga tanpa si gadis rambut ikal
Halte; Hujan; dan Aku saja
Hangat dekap sudah tiada,
Disapu hujan tempo hari.
Menggigil badan menahan dingin percik hujan
Benar-benar beku rasa sendi seluruh tubuh
Tidak ada dekap hangat seperti dulu
Gadis yang dulu samar berdiri di seberang jalan bersama sosok asing di mataku.
Ternyata halte seberang sudah selesai,
Dari seberang; dari hujan yang mengabut pandangku meredup, hati menggelayut.