Senin, 06 Desember 2021

Lupa Pada Lelah


 Dalam deras hujan menghujam bumi

Anak kecil dengan topi krucut kuyup dihuguyur hujan,
Dia berlari kecil,
Langkahnya membelah lumpur  setapak
Sesekali badan kecil terhempas dalam  lumpur
Segera bangkit tak cengeng menanti uluran tangan
Semangatnya hangatkan dingin hujan kala itu.
Si ibu mengikut dari belakang,
Ditenteng keranjang sayur panen dari kebun pagi tadi
Kepalanya ditimpakan seikat kayu bakar yang turut kuyup dalam hujan
Lelah tidak menjagal semangatnya
Dia sudah lupa pada lelah.
Lupa pada nyerah.
Lupa pada desah.
Lupa pada rebah.
Ingin ditelan semua pahit hidup dan getir.

Anak kecil menyeru ibunya,
Turut berlari tinggalkan hujan,
Wajahnya memelas agar ibu segera bergegas,
Mungil bibir bergetar, pucat kedinginan
Ternyata si bocah ibah lihat ibu dikepung hujan.

Lihat buah hatinya...
Air mata tumpah  di pipi.
Dalam hati tidak rela buah hati berkubang lumpur sudra

Air matanya kian menderas
Dengar buah hati tanya kabar tentang ayah,
Dengar buah hati panggil ayah minta digendong.
Hatinya membisik jiwanya
"Nak, dulu hujan tak sederas ini",
"Dulu, hidup tak sepahit ini"
Di akhir perjalanan pulang,
Buah hatinya digendong bersama bawaanya,
Lalu ditunjuk gundukan tanah bernisan.
"Nak, Ayah di sana tersenyum melihat kita"
"Ayah bangga melihatmu dari sana"
___________ Kau buah hati ku dan Kami!


Nasruddin Natsir

2 komentar:

Tunggu Sebulan

Separuh perjalanan, tiba-tiba sesak. Udara malam gerah padahal bukan matahari. Siraman cahaya bulan terasa panas seperti terik siang. Buk...