Rabu, 15 Desember 2021

Pantaskah!?

 


Waktu kini musuhku

Tak mau lengah endap-endap
‘ku sumpal tenggorok bisu senyap.
Cegat waktu biar ‘tak lelap

Mawar itu. kumbang berarak
Renggut merenggut seperti balapan
‘tak siapa duduk belakang terus merangsek
Pikat mawar kumbang kasturi jimat pikat

Pinang mawar sutra emas berlian,
Adu jantan kumbang pamer pamor isi baki

Aku diam mengawasi
Di tanganku Qur’an seperangkat sembahyang
Alasnya jemari, telapak telanjang bukan bangsawan

Semua pandang tajam menghujam
Padaku, waktu jadi musuh

Pantaskah mawar membiak di hitam tanah berlumpur
Tinggalkan Adn bawahnya sungai mengalir tak berlumpur

Di mataku menari senyum kecut para pangeran,
Waktu turut mencibir badan hina telanjang harta.
Tapi aku sudah bebal biar kucoba saja.
‘Ku pantaskan nawaitu kerna Lillah sahaja.

Pada waktu menyerah sungkan aib sampai kiamat
Kerna aku talang pati ingin pantaskan petik mawar.
Maharnya Qur’an seperangkat sembahyang

By: Nasruddin Natsir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tunggu Sebulan

Separuh perjalanan, tiba-tiba sesak. Udara malam gerah padahal bukan matahari. Siraman cahaya bulan terasa panas seperti terik siang. Buk...