Mendung tanpa tempo
Hapus jejak biru langit terik
Jelas siang tak berkutik sebar hangatYang hidup cemas pada matahari hilang terik
Alam sudah banyak beri isyarat murkaNya
Tanah longsor; gempa bumi; banjir; topan; tsunami
Datang timpakan amarah bara berapi
Menghujam dendam belum tuntas di sini.
Pada gulita siang bergemuruh,
Pekik doa teriring pilu tangis, harap belas kasih padaNya
Tetiba semua teringat pada Tuan semesta
Pelacur
rampok
pendosa
Pekiknya pecah malam pilu mengiba
"Allahu Akbar, selamatkan kami"
"Kami tobat!"
"Selamatkan kami, nanti kami akan khusyuk sembahmu...."
Sungguh tak tahu malu!
Sudah dituhankannya dunia
Congkak menantang langit
Sembahyang dibilang sekali purnama
Biar saja bumi melumat mereka,
Biar mampus saja bersama angkuhnya
Nanti Tuhan bangunka kita yang putih
Cerah tanpa sinis senyum
Pada rupa berseri air sembahyang
Nasruddin Natsir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar