Selasa, 30 November 2021

Sembahyang Sekali Purna


 Mendung tanpa tempo

Hapus jejak biru langit terik

Jelas siang tak berkutik sebar hangat
Yang hidup cemas pada matahari hilang terik

Alam sudah banyak beri isyarat murkaNya
Tanah longsor; gempa bumi; banjir; topan; tsunami
Datang timpakan amarah bara berapi
Menghujam  dendam  belum tuntas di sini.

Pada gulita siang bergemuruh,
Pekik doa teriring pilu tangis, harap belas kasih padaNya

Tetiba semua teringat pada Tuan semesta
Pelacur
rampok
pendosa
Pekiknya pecah malam pilu mengiba
"Allahu Akbar, selamatkan kami"
"Kami tobat!"
"Selamatkan kami, nanti kami akan khusyuk sembahmu...."

Sungguh tak tahu malu!
Sudah dituhankannya dunia
Congkak menantang langit
Sembahyang dibilang sekali purnama

Biar saja bumi melumat mereka,
Biar mampus saja bersama angkuhnya

Nanti Tuhan bangunka kita yang putih
Cerah tanpa sinis senyum
Pada rupa berseri air sembahyang

Nasruddin Natsir










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tunggu Sebulan

Separuh perjalanan, tiba-tiba sesak. Udara malam gerah padahal bukan matahari. Siraman cahaya bulan terasa panas seperti terik siang. Buk...