Gelanggang hati lipu remang senja
Tua petuah. tuah hilang dikepung srigalaLolong nyambar pecah hening malam.
Matilah riak pinggiran gelanggang.
Sorak sepi suara menepi.
Beku, bungkam pada dingin dinding jeruji.
Rupa hilang paras,
Pada malunya punah sudah lama.
Begitu datuk waktu sekarang
Pada negeriku abu-abu.
Rakyat bahagia mengabur
Hukum mengabak isi nurani
Rupa hilang paras,
Paras hilang rupa.
Malu hilang sungkan.
Jelata hilang mimpi.
Datuk bahgia di atas tangis jelata, bungkam dipinggir gelanggang.
Ratapi suram masa depan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar